Pendidikan Matematika di Indonesia
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama perkembangan teknologi
informasi saat ini sangat pesat, terutama dalam bidang pendidikan. pendidikan
merupakan suatu usaha untuk menjadi jalan untuk masa sekarang dan masa yang
akan datang dengan metode menunjukkan atau memperkenalkan pembaruan-pemharuan
yang tepat dan cepat. Pembaruan ini mengiringi adanya
perubahan zaman. Kebutuhan akan layanan individual siswa dan perbaikan dalam
kesempatan dalam belajar bagi siswa tersebut menjadi pendorong utama timbulnya
pembaruan pendidikan.
Oleh karena itu untuk mengantisipasi
perkembangan tersebut dengan terus menerus berusaha untuk suatu program yang
sesuai dengan perkembangan siswa, perkembangan zaman, situasi, kondisi dan
kebutuhan siswa dan kebutuhan akan dunia kerja. Melihat realita saat ini,
banyak problem-problem pendidikan yang dihadapi oleh Indonesia diantaranya, minimnya
keafektifan pada peserta didik, krisis ekonomi global, biaya pendidikan yang
melambung tinggi sehingga perlu mendapatkan perhatian pemerintah. Untuk menghadapi semua problem-problem
pendidikan yang ada di Indonesia penulis memaparkan tentang perlu adanya
inovasi pendidikan. inovasi pendidikan merupakan suatu usaha untuk menuju
perubahan yang lebih baik dalam bidang pendidikan.
Tujuan inovasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi, relevansi,
kualitas, dan efektifitas: sarana serta banyaknya jumlah peserta didik dengan
hasil pendidikan sebesar-besarnya, denag menggunakan sumber tenaga, uang, alat,
dan waktu dalam jumlah yang seminimal mungkin. Pemerintah telah membuat dan
menetapkan serta memerintahkan beberapa kebijakan dengan tujuan untuk
memperbaiki permasalahan yang ada dalam pendidikan. Seperti halnya permasalahan
kurangnya moral dan etika peserta didik, pemerintah melakukan pembaruan
kurikulum yakni dengan memberlakukan kurikulum 2013.
Pendidikan di masa yang akan datang
tidak lain akan mengikuti perkembangan zaman. Dengan perkembangan teknologi
yang sangat pesat tidak akan menuntut kemungkinan bahwa pendidikan di Indonesia
akan berbasis digital, meskipun pada dasarnya permasalahan ekonomi bangsa
Indonesia tidak akan sepenuhnya teratasi. Oleh karena itu, penulis dalam hal
ini akan mengupas tentang kondisi pendidikan matematika di Indonesia saat ini,
yang akan datang dan alternative konsep sistem ideal pendidikan matematika di Indonesia. Pendidikan matematika
di Indonesia masih dikatakan sangat memprihatinkan, karena minimnya kemampuan
SDM di Indonesia serta kemampuan berkompetensi secara global. Indonesia
merupakan negara yang kaya akan SDA namun SDMnya masih rendah, terutama dalam
bidang matematika. Mereka beranggapan bahwa matematika adalah sebuah mata
pelajaran yang sangat sulit, serta kurangnya jumlah pengajar di Indonesia yang
mengikuti perkembangan matematika. Di Indonesia sudah didirikan wadah yang
peduli terhadap pendidikan matematika yakni YPMI. YPMI merupakan yayasan peduli
matematika indonesua yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
dan pengajaran matematika di SD, SMP, SMA di Indonesia. Kemampuan siswa terhadap
matematika antar sekolah, daerah, bahkan dunia masih rendah. Hal ini dibuktikan
dengan peringkat PISA ( Program International Student Assessment) Indonesia
dalam bidang matematika terdapat di urutan 38 dari 41 negara.
Hal yang menjadi titik berat disini
yakni sebaiknya pemerintah leih peduli pada pembelajaran matematika di
Indonesia sehingga mampu untuk bersaing di dunia dan bisa mengikuti
perkembangan zaman dan teknologi saat ini dan masa yang akan datang. Hal ini
karena pentingnya ilmu matematika bagi kehidupan sehari-hari. Matematika
merupakan ilmu dasar, pembelajaran matematika ini akan melatih berfikir logis,
kritis, analitis, dan sistematis. Namun peran matematika tidak hanya itu,
matematika sangat erat kaitanya dengan ilmu-ilmu lain seperti fisika, biologi,
ekonomi, dan lain-lain. Kemajuan ilmu-ilmu seperti fisika tidak akan maju tanpa
adanya ilmu matematika.
Pendidikan matematika di masa saat
ini, yang sebetulnya pemerintah telah memberikan kebijakan pada kurikulum 2013
yakni dengan menekankan pada peserta didik aktif dalam memecahkan masalah untuk
melatih cara berfikir kritis, namun dari penidik sendiri masih menggunakan cara
yang lama sehingga peserta didik cenderung pasif. Sehingga perlu diadakanya
pelatihan lebih khusus untuk meningkatkan kualitas pendidik berdasarkan
kurikulum atau kebijakan yang telah ditetapkan.
Pendidikan di masa yang akan datang
tidak lain berbasis digital, maka dalam bidang matematika akan datang perlu
adanya media berbasis digital yang lebih manarik, seperti halnya saat ini yang
sudah ada aplikasi berbasis matematika untuk mempermudah dalam pemecahan
masalah diantaranya geogebra. Untuk menerapkan matematika berbasis global tidak
lain adalah seorang poendidik harus mampu untuk menguasai dunia teknologi.
Perlu diketahui bahwa sistem
pendidikan di Indonesia yang akan datang menurut penulis ditekankan pendidikan
berbasis IT. Pendidik mendapatkan pelatihan-pelatihan yang mana tujuannya untuk
bisa memberikan pengajaran pada peserta didik dengan berbasis IT atau digital. Namun,
dalam permasalahan atau pendidikan matematika selain berbasis IT ddi dalamnya
juga harus dikaitan dengan kehidupan sehari-hari dengan tujuan peserta didik
lebih tertarik dalam mempelajari matematika. Selain berbasis IT untuk
meningkatkan kualitas pendidikan matematika pada masa yang akan datang perlu
diterapkan metode peserta didik memecahkan suatu permasalahan sehingga
mendapatkan jawabn dan dapat menyimpulkan tentang apa yang telah dipecahkan,
misalnya perolehan rumus itu dari mana asalnya. Sehingga penulis dapat
menyimpulkan alternative yang dapat dilakukan untuk mencapai pendidikan
matematika yang baik dimasa yang akan adatang adalah kurikulum berbasis IT,
selain afektif dan kognitif di dalamnya juga ditetapkan bahwa peserta didik
harus mampu untuk menguasai IT untuk bisa bersaing dan mengikuti perkembangan
zaman. Untuk tercapainya kurikulum tersebut pendidik juga harus menguasai IT.
Peran pemerintah disini memberikan pelatihan kepada pendidik untuk bisa
menguasai IT agar mampu mengajarkan kepada peserta didik.
Comments
Post a Comment