Menjemput Ramadhan
NUR FARADA SUGIHARTINI
Pendidikan Spritual
Ceramah yang disampaikan oleh Nasaruddin Umar
Hadirin, dan jama’ah jum’at yang dimuliakan , dicintai dan diberkahi oleh Allah SWT.
            Kita sekarang berada pada 2 Sya’ban berarti kita sudah meninggalkan bulan Rajab sebentar lagi kita akan masuk pada bulan suci ramadhan. Rajab, Sya’ban, Ramadhan itu disebut sebagai sya’rul khurum bulan tiga serangkai mestinya kita tidak bisa memisahkan satu sama lain. Mulai kita menggelar karpet merah menjemput bulan suci ramadhan pada bulan rajab,disitu ada sunnat puasa-puasa, amal-amal apalagi bulan sya’ban. Yah, dan di dalam bulan rajab kemarin kita memperingati juga peringatan Isra’ Mi’raj surah Al-Isra’ kita juga sering mendengarkan tiga serangkai ada surah An-Nahl dan surah Al-Isra’dan yang ketiga adalah surah Al-Kahfi.
            Sebelum kita mendalami surah Al-Isra’ sebaiknya kita terlebih dahulu mendalami surah An-Nahl, karena di dalam surah An-Nahl itu kita ditantang untuk melakukan observasi penalaran secara nasional terhadap fenomena-fenomena alam. Disitu dijelaskan banyak sekali urusan tentang kimia , biologi, fisika bahkan namanya pun juga termasuk surah An-Nahl. Surah lebah , bagaimana di demonstrasikan oleh Allah serangga kecil itu juga bisa memberikan manfaat yang luar biasa terhadap manusia  itu tantangan terhadap akal pikiran kita. Lalu masuk ke surah Al-Isra’ bagian yang bisa dinalar mungkin isra’nya bisa, perjalanan vertical dari Mekkah ke Palestin , tapi Mi’raj dari Palestin, Masjidil Aqsha sampai ke Sidrotil Muntaha. La Majalah lil Aql tidak mungkin dicerna dengan akal harus dengan keyakinan. Itulah surah Al-Isra’ menjembatani antara ayat-ayat rational intellectual, kecerdasan intelektual. Dan surah Al-kahfi dalah surah kecerdasan spiritual yang tidak mungkin bisa kita fahami dengan logika surah Al-Kahfi. Al-Kahfi itu sendiri di abadikan nama sebuah surah ketika ada hamba Tuhan disitu yang tertidur atau Fana’ selama 309 puluh tahun. Kaget kenapa rambut kami ko sampai terurai sampai keluar goa , kenapa kuku kamiini kami sampai berkepanjangan seperti ini, kemarin rasanya tidak pohon raksasa yang berada di depan goa disangkanya hanya semalam tidur, padahal 309 puluh tahun itu di abadikan dalam Al-Qur’an. Dalam surah Al-Kahfi disitu juga dipertemukan ada seorang hamba Allah yang paling cerdas dalam Qur’an Nabi Musa Wa Kallamallahu Musa Taklima tapi masih disuruh menyempurnakan kecerdasannya . carilah seorang guru itulah Khidhir, sosol figure yang sama sekali tidak terkenal tetangga-tetangganya pun juga tidak ada yang kenal. Khidhir seorang nelayan kumuh, tapi ko tiba-tiba orang yang nomor satu di Mesir mencarinya, ngemis untuk belajar tehadapnya. Jadi hati-hati kita terhadap orang yang tidak popular boleh jadi tidak terkenal di Bumi tapi menjadi selebriti langit. Banyak sekali selebriti bumi tidak ada yang kenal di Langit, jangan kita dua-duanya pun juga tidak. Nah jadi tiga serangkai surah An-Nahl, surah Al-Isro’, dan surah Al-kahfi. Allah menempatkan surah Al-Kahfi yang ketiga karena kalau kita langsung baca surah Al-Kahfi tanpa  pendahuluannya dari surah An-Nahl dan surah Al-Isra’ sulit nanti kita memahami surah Al-Kahfi, sebelum masuk bulan suci Ramadhan kita diperkenankan bulan Rajab kemudian Sya’ban lalu Ramadhan dan itu di abadikan dalam doa Rasulullah Allahumma Bariklan Fii Rajab Wa Sya’ban Wa Balighna Romadhon : Ya Allah berkahilah kami di dalam bulan Rajab dan Sya’ban dan panjangkanlah umur kami untuk  bisa mengabadikan bulan suci ramadhan dengan  amaliyah. Itu doa Rasulullah, itu nanti peralihan dengan diri kita sendiri. Ada tiga unsur yang sangat penting dalam diri kita yaitu jasad kita ini yah yang juga memiliki alat kecerdasannya yang namanya otak reason itu dan ada lagi Nafs, nyawa ini juga memliki alat kecerdasannya emosional question itu. Dan ada lagi Rohdalam Qur’an lain  nyawa lain roh, nyawa itu dimiliki semua makhluk biologis tumbuh-tumbuhan dan juga termasuk binatang tapi kita adam masih hanya komposisinya jasad dan nyawa tidak ada perintah sujud. Nanti perintah sujud setelah instol ke dalam diri adam itu dengan roh suci dari Allah. Tsumma Sawwahu Wa Nabakha Fihim Ruukhi setelah aku selesaikan bonekanya lalu bernyawa lalu aku instol ke dalamnya rohku kata Allah. Setelah di instol roh suci itu maka Fata’uula Busajidin  sujudlah semuanya termasuk para malaikat, jin, Ilaa Iblis kecuali iblis, dia angkuh. Nah jadi unsur tiga serangkai ini sangat penting karena itu hari ini kita mengambil topik “Mempersiapkan Pangkalaan Bulan Suci Ramadhan di dalam Lubuk Hati kita di dalam Fikiran Kita Sendiri”.
            Kita bermohon kepada Allah semoga betul-betul ramadhan akan dating itu lebih baik bagus kualitasnya ketimbang ramadhan-ramadhan sebelumnya dengan sejak awal kita mempersiapkan diri menjemputnya. Terlambat kita menjemput bulan suci ramadhan, kalau besok ramadhan baru kita mempersiapkan . Jemputlah bulan suci ramadhan itu pada awal Syahrul Khurum Rajab. Dalam bulan Rajab itu kita mulai minta ampun terhadap kepada kedua orang tua, barangkali orang tua kita di kampong sering telat kiriman kita sampai harus menderita yah. Barangkali orang tua kita sering sakit-sakitan tapi kita tidak peduli dan terlalu asyik kita terhadap kehidupan kota Jakarta, mungkin juga ada senior-senior kita Om, Tante , mungkin Kakek Nenek bahkan mungkin juga ada keluarga terdekat kita yang selama ini kita tidak pedulikan dan kita tidak perhatikan termasuk mungkin guru ngaji kita yang mengajarkan Alif. Ba’, Ta’, Tsa’ dan mungkin itu orang yang paling ikhlas tidak pernah meminta honor apapun dan gara-gara dialah sampai kita bisa membaca Al-Qur’an masa kita tidak pernah mengingatnya. Hati-hati terhadap orang ikhlas yang memberikan pertolongan bantuan kemampuannya terhadap orang. Sebab prang yang ikhlas itu kalau ia tersinggung biasanya pun juga Tuhannya tersinggung. Kalau ia tersenyum maka Tuhannya pun ikut tersenyum, membahagiakan orang ikhlas adalah bagian yang sangat terpuji. Bulan Rajab kemaren seharusnya kita pun juga legowo minta ampun terhadap istri, barangkali kita tidak apa yah terlalu egois menjadi seorang suami, mungkin kita terlalu egois menjadi seorang Ayah, kadang-kadang seorang ayah tampil seperti malaikat di dalam rumah, minta di siapkan segalanya persis seperti malaikat, suci dimata keluarganya. Bapakmu dulu nak,bapakmu dan bapakmu. Padahal di rumah dia tampil sebagai malaikat mungkin di luar sana ia akan tampil seperti iblis besar. Kita istighfar pada bulan Rajab, kita seringkali hipokrit munafik di depan keluarga, kita tampil sebagai seorang Ayah, Bapak dan Tokoh. Padahal diluar sana csnya iblis, kesempatan paling bagus untuk jujur meminta maaf terhadap anak, maaf kepentinganmu tidak semuanya kami penuhi Nak, maklum bapakmu hanya seperti ini adanya terbukalah terhadap keluarga berkah akan bersama kita. Kadang-kadang kita tampil miskin di depan istri,tetapi di laci kantor banyak sekali amplop, ada rekening yang tersembunyi yang tidak diketahui oleh mereka. Kapan kita mau jujur? Istri itu adalah orang terdekat kita, dialah yang akan merawat kita pada saat semua orang tidak mau merawat menyentuh kita. Kenapa kita tidak mau terbuka terhadap mereka. Anak, keterbukaan itu sangat penting untuk melanggengkan sebuah harmoni rumah tangga, persoalan rumah tangga muncul manakala kejujuran itu sudah tidak ada. Bulan Rajab ini mari kita evaluasi suasana batin ,suasana rohani kita itu seperti apa sih kita menjalani hidup ini, mau kemana sih kita sebetulnya? Berapa lama kita akan hidup? Apa bekal yang akan kita persiapkan menuju ke akhirat Allah kelak. Jangan kita lupa umur sedemikian pendek, keabadian akhirat itu yang di jadi fokus kita. Itulah sebabnya perlu kita mengintip langit istilah saya ini. Sebelum kita masuk bulan suci ramadhan ada disitu peringatan Isra’ Mi’raj, apa intinya Isra’ Mi’roj itu? Adalah kita mendaki langit, orang yang tidak pernah naik ke puncak, orang yang tidak pernah terpanggil naik ke atas, dia tidak pernah menyaksikan etalase yang di atas sana yang Allah pamerkan Maha Indah, Maha Hebat semuanya. Tidak ada artinya apa yang ada di kolong tempurung bumi ini kalau kita sudah pernah mengintip langit. Seindah, secantik, setampan, sehebat apapun di dunia ini tidak ada bandingannya etalase yang di pamerkan oleh Tuhan di langit sana. Itu kita bisa melihat di dalam kisah-kisah isra’ mi’raj Nabi. Orang yang tidak pernah naik ke langit atau mengintip ke langit dia akan terpanah pandangan hidupnya untuk dunia-dunia dan dunia terus menerus, uang-uang-uang, materi-materi dan sebagainya tidak pernah tersadarkan akan bahwa ini tidak ada apa-apanya sebetulnya. Ini kamuflase kehidupan, oleh karena itu inti mi’raj itu adalah sholat, berapa kali kita harus sholat? 5 kali bukan jumlah yang sedikit. Orang yang tidak pernah mengintip langit dia akan terpanah oleh materi-materi dan materi yang telah saya sebutkan tadi itu pada kesempatan yang sangat berbahagia ini kesempatan untuk kita saling memperingatkan, nanti kita kembali ke rumah nanti kita juga ajak musyawarah. “Nak, maghrib kali ini kita berjam’ah yah, weekend ini kali ini kita ayo membaca surah Yasiin, ayo kita ngaji bareng. Nak, ayo kita sholat shubuh berjama’ah” indah sekali, sebelum bulan suci ramadhan membersihkan kita, kita sudah bersih duluan. Ini rahasianya, siapa orang yang mampu membersihkan mensucikan dirinya bulan Rajab dan bulan Sya’ban dosa horizontalnya dengan sesama makhluk sudah beres, sudah terbuka, sudah meminta kepada atasannya. “Bapak mohon maaf mungkin pernah saya mengecewakan Bapak, dari lubuk hati kami yang paling dalam mau masuk bulan suci ramadhan Bapak, ikhlaskanlah, mungkin kekeliruhan yang pernah saya lakukan mohon dimaafkan”. Terpanggil oleh sang atasan sang majikan sang pimpinan “Iyah, aku juga sama Mas, kebetulan saja saya menjadi pimpinan disini mungkin juga saya memiliki kekurangan-kekurangan saya juga mohon kalau ada kebijakan saya yang mungkin tidak berkenan dan mungkin tidak tepat saya mohon maaf. Saya manusia biasa saya bukan malaikat ampuni juga”. Kalau ada keterbukaan pimpinan meminta maaf terhadap staffnya berbesar hati anak buah itu akan bekerja lebih produktif, jangan minta disembah, justru thowabul itu adalah The Super Power  and femininity is super power dan kelembutan itu yang lebih hebat. Saya ingin membacakan hadits qudsi ketika malaikat disampaikan kepada kami akan menciptakan khalifahyang akan berkedudukan di Bumi, Subhanllah ya Allah. Bagaimana mungkin manusia yang dhoif yang lemah itu bisa merukuni bumi. Karena bumi goncangannya dahsyat mungkin ribuan skala liter kala itu, karena kaya bola yang ditendang itu, Aceh hanya 11 skala liter hancur luluh, apalagi kalau ribuan lalu Allah memasang Bumi, memasang gunung pada sudut-sudut bumi. Wa Kholaqol Jibaala Autada langsung bola bumi itu  berhenti bergetar. Takjublah malaikat, MasyaAllah alangkah hebatnya gunung itu ya Allah, masih ada yang lebih hebat dari gunung ada kata Allah yaitu Besi-besi yang mampu meratakan gunung. Banyak gunung di Jawa Barat pindah ke Tanjung Priok sekarangitu besi ekskafator dan sebagainya. Alangkah hebatnya besi itu ya Allah, maish ada tidak yang lebih hebat daripada besi? Dijawabnya Allah “Oh masih ada, api. Api itu mencairkan, melelehkan besi”. Subhanallah alangkah hebatnya api itu yang mampu mancairkan besi. Apakah ada yang lebih hebat dari api? “Oh ada air, yang mampu memadamkan api, memadamkan kebakaran”. MasyaAllah betapa hebatnya air itu, mampu memadamkan kobaran api. Masih ada yang lebih hebat daripada air Ya Allah? “Ada, yaitu udara yang mampu menguapkan air”. Subhanallah alangkah hebatnya udara itu mampu menguapkan air. Tapi kalau air hebat masih kelihatan bentuknya, udara itu hebat efeknya terasa dan terlihat  tapi bendanya sendiri tidak kelihatan, rupanya ini yang sangat istimewa, lalu malaikat masih ada lagi yang lebih hebat dari pada udara Ya Allah?  “Oh ada, dan ini yang maha hebat dan tidak ada lagi yang sesudahnya”. Siapa itu ya Allah dan apa itu? “Ialah orang yang menyumbang tangan kanannya tapi tidak pernah ketahuan oleh tangan kirinya, alias orang ikhlas”. Subhanallah, jadi kita jangan bangga kalau banyak orang yang berterima kasih pada kita jangan sampai itu artinya kita baru telah mendeklarasikan kebajikan pada banyak orang. Semakin banyak orang yang tau kebajikankita maka itu nilainya sebetulnya makin kecil, semakin sedikit semua orang tau kebajikan kita maka samkin bagus mutu kebajikan yang telah kita lakukan itu, jangan bangga kalau di WA, di sms, banyak sekali kalau orang berterima kasih bahkan bangga. Alhamdulillah berarti saya orang baik terlalu banyak orang yang berterima kasih. Hati-hati itu artinya Anda telah membocorkan kebajikannya kepada banyak orang. Padahal hadits tadi mengatakan “Yang paling hebat itu berbuat baik tangan kanannya tidak ketahuan tangan kirinya, ini malah makin banyak orang yang tahu, kadang-kadang diantara kita masih marah, “Itu orang tidak pintar terima kasih, masak tidak ada terima kasihnya sama sekali”. Padahal Inna Sholati Wa Nusuki Wa Mahyaya Wa Mamati Lillahi Robbil ‘Alamintapi bukan untuk dapat pujian, makanya itu juga pada kesempatan ini saya menasehatkan pada diri saya pribadi juga bapak ibu sekalian. Mulai detik ini, mari kita meninggalkan pujian-pujian itu jangan pernah kita mau menikmati pujian selama kita masih menikmati pujian itu artinya kita masih punya hijab dengan Allah, masih punya jarak dengan Allah SWT. Kalau ada orang yang memuji kita tidak pernah ditolak, tapi katakana dalam hati “Ya Allah mereka salah alamat memuji, mestinya memuji itu adalah hanya kepada Engakau”. Alhamdulillahi Robbil “Alaminsegala puji hanya untukmu Ya Allah. Yah itu bentuk respons kita kalau ada yang memuji kita mereka salah alamat memuji, bukankah apa yang saya lakukan itu atas kehendakmu Ya Allah, tanpa kehendakmu tidak ada itu, jadi jangan menikmati pujian jika ingin menikmati pahalanya. Tanamlah kebajikannya di Bumi ketidak terkenalan jika ingin oanen nanti di akhirat karena semua amal kebajikan yang di tanam di bumi ketertarikan hanya akan panen di dunia tidak lagi panen diakhirat. Kita bawa ember bocor, mana pahala saya yang banyak malaikat? Malaikat menjawab “ Ini ember bocor yang kamu bawa, ketika Anda dipuji lehermu naik engkau sudah mengambil pahalamu disitu”. Barakallahu fii Qu’anil Adzim


Comments

Popular posts from this blog